"Saya pikir ini entry point untuk penegakan hukum bagi ormas lainnya. Sebab banyak ormas yang berbasis agama dan suku, yang selalu menggunakan kekerasan," ujar Dr Lili Romli, pengamat politik dari LIPI, saat dihubungi detikcom, Kamis (5/6/2008).
Dia meminta kepada aparat penegak hukum tidak diskriminatif, semua organisasi sipil yang bergaya militer harus ditindak tegas. Tindakan tegas dibutuhkan karena organisasi itu kerap melakukan praktek premanisme. "Jangan hanya sporadis saja untuk FPI, tapi yang lainnya juga," kata Lili.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lili menyatakan, ada kecenderungan yang buruk dari elit politik di Indonesia. Mereka menggunakan ormas-ormas itu untuk kepentingan politik mereka. "Apalagi ini menjelang 2009," tutur Lili.
Lili menyarankan kepada elit politik untuk tidak lagi menggunakan ormas-ormas itu sebagai alat politik mereka. Mereka bisa memakai saluran politik yang resmi yakni, partai politik. (mar/nrl)











































