Begitu pemerintah mengumumkan kenaikan BBM pada 23 Mei, esok paginya awak angkot beramai-ramai menaikkan tarifnya. Ada yang naik gopek ada yang naik seceng. Namun karena sering memicu protes penumpang, akhirnya awak angkot sepakat rata-rata menaikkan tarif di kisaran Rp 500.
Mikrolet M35 jurusan Senen-Kp Melayu bahkan telah memasang stiker tarif baru. Kadangkala di samping stiker yang dicetak bagus itu juga ditempel tulisan permintaan agar pelanggan angkutan maklum dan membayar dengan tarif baru. Rute Senen-Tanah Tinggi yang semula bertarif Rp 1.500, kini menjadi Rp 2.000. Sedangkan Senen-Sentiong yang semula Rp 2.000 menjadi Rp 2.500.
Hal yang sama juga berlaku bagi Kopaja P20 jurusan Senen-Lebakbulus. Awak bus menempelkan tulisan tangan: jauh dekat Rp 2.500, naik gopek dari tarif sebelumnya. Kenaikan ini diterapkan tanpa menunggu aba-aba dari pemerintah daerah. Bus Patas P67 jurusan Senen-Blok M juga telah jauh hari menerapkan tarif Rp 2.500, sebelumnya Rp 2.000.
Pada Rabu (4/6/2008) kemarin, Gubernur DKI Jakarta menetapkan tarif baru angkutan umum setelah mendapatkan rekomendasi dari pihak-pihak terkait. Rinciannya, untuk bus patas, yang semula Rp 2.000 menjadi Rp 2.500. Bus reguler/ekonomi yang tidak ada bedanya dengan bus patas, juga menjadi Rp 2.500.
Bus sedang seperti Metro Mini dan Kopaja, dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500. Sedang tarif pelajar Rp 700 (meski kenyataannya selama ini dibulatkan menjadi Rp 1.000-red) menjadi Rp 1.000. Tarif baru yang diputuskan Rabu kemarin ini akan dirilis Kamis (5/6/2008). (nrl/gah)











































