Pada Kamis (5/6/2008) dini hari, sekitar 20 polisi mendatangi rumah Munarman di Perumahan Bukit Modern G8 Pondok Cabe. Namun, mantan Ketua YLBHI itu tak berada di tempat. Menurut salah seorang adiknya, Munarman sudah empat hari tidak pulang.
Informasi yang didapatkan detikcom, polisi tidak hanya memburu Munarman di rumahnya. Polisi juga menyebar personelnya di Hotel Santika, Jalan KS Tubun, Jakarta. Rabu (4/6/2008) malam, polisi yang berpakaian preman sudah mengendus hotel yang berada tidak jauh dari markas FPI di Petamburan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, polisi masih terus memburu Munarman di sejumlah titik. Apakah Munarman berada di Palembang, di kampung asalnya? Belum diketahui. Namun, polisi juga mengendus ke arah sana. Yang jelas, hingga pukul 07.30 WIB, Kamis (5/6/2008), Munarman belum ditangkap atau menyerahkan diri. Ketua Umum FPI Habib Rizieq sudah meminta agar Munarman menyerahkan diri saja kepada polisi.
Munarman diburu karena dijadikan tersangka kasus rusuh Monas 1 Juni 2008 lalu. Munarman memimpin para laskar, di antaranya Laskar FPI, berdemonstrasi di kawasan Monas. Demonstrasi itu berujung rusuh, sejumlah orang dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) terluka.
Rabu (4/6/2008) kemarin, redaksi detikcom menerima email dari seseorang yang mengatasnamakan Munarman. Dalam email yang belum diketahui validitasnya itu, Munarman bertekad tidak akan menyerahkan diri sampai pemerintah membubarkan Ahmadiyah. Munarman juga tidak percaya atas penegakan hukum di Indonesia dan meminta Presiden SBY untuk konsisten dengan penegakan hukum.
Klik Foto-foto terkait:
1. Munarman dan Pria yang Dicekik
2. Habib Rizieq Dikawal Polisi
3. 58 Anggota FPI Diperiksa
4. Brimob Gerebek Markas FPI (asy/asy)











































