Sulardi dari building management Citos, mengaku pihak sekuriti mal sudah melakukan pengecekan terhadap para pengunjung yang masuk ke dalam mal. Pemeriksaan melalui metal detector juga ada (klik foto foto Citos usai insiden berdarah).
Karena itu, dia terkejut dengan masuknya orang-orang bersenjata tajam yang menimbulkan bentrokan di Kafe Brew & Co. "Kita ada pengecekan. Tapi kan gedung kita open space, ada dua pintu masuk, di belakang dan di depan," kata Sulardi saat ditemui detikcom di Citos, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya mengenai fasilitas CCTV di mal yang jadi idola anak gaul itu, Sulardi menyatakan, CCTV ada. "CCTV ada, tapi di luar. Jadi, kejadian di kafe Brew & Co tadi tidak bisa terekam," kata dia.
Sementara itu, seorang pengunjung Kafe Brew & Co yang ditemui detikcom mempertanyakan tidak adanya metal detector saat masuk ke dalam mal. "Mana metal detectornya, saya tidak lihat. Ini kan mal, tempatnya orang banyak, tempatnya publik. Jadi, kalau ada teroris bawa bom ke sini, gimana, kan gak ketahuan," ujar dia.
Bentrokan berdarah terjadi di Kafe Brew & Co Citos antara massa kelompok Basri Vs Milton. Dua kelompok yang bentrok menggunakan senjata tajam ini merupakan kelompok Ambon. Mereka bentrok akibat kasus utang piutang Rp 200 juta. (asy/nrl)











































