"Mereka (Massa AKK-BB) bandel, padahal kami sudah memperingatkan," kata Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Mabes Polri Irjen Pol Saleh Saaf saat dihubungi detikcom, Rabu (4/6/2008).
Saleh mengaku polisi sudah memprediksi akan terjadi bentrokan bila dua massa yang berseberangan bertemu di satu tempat. Karena itu, polisi sudah meminta kepada AKK-BB dan massa yang berseberangan untuk menunda demonstrasinya, agar tidak menggelar aksi pada saat yang sama. Namun, kedua kelompok massa ini tidak mau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika melihat perubahan rute itu, kata Saleh, polisi sudah mengingatkan kepada massa AKK-BB untuk tidak berbelok ke Monas. Namun, massa tidak bisa dicegah.
Saleh menegaskan pengamanan terhadap massa AKK-BB saat itu cukup ketat. "Kekuatan untuk mengamankan rute massa AKK-BB itu sekitar 600 personel," ujar dia.
Dengan kekuatan sebanyak itu, Saleh Saaf membantah polisi terlambat mengantisipasi. Bahkan, begitu rusuh terjadi, lima menit kemudian polisi sudah sampai di lokasi.
"Petugas langsung menuju ke sana. Kita juga melakukan pengamanan tertutup, pasti tidak kelihatan. Ada sekitar 60 lebih anggota saya menyebar di situ. Saya tegaskan lagi ini tidak terlambat. Begitu lima menit kejadian, petugas sudah datang. Lihat saja itu kan luka dipentung saja," kata dia.
(asy/nrl)











































