"Tidak penting siapa yang memenangi pemilihan, arah negara akan berubah secara dramatis. Tapi, pilihannya adalah antara perubahan benar atau salah. Antara pilihan maju atau mundur," ujar McCain.
McCain menyampaikan itu dalam pidatonya di Louisiana, seperti dilansir Reuters, Rabu (4/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menilai, perilaku politik Obama terlalu percaya diri tanpa diiringi keyakinan atas kebijaksanaan, norma, dan pengetahuan sebagai manusia bebas.
"Perilaku itu membuat birokrasi yang tidak responsif dalam pemerintahan yang besar. Dan itu bukan perubahan yang bisa dipercaya," ujar McCain menyitir slogan kampanye Obama, 'Perubahan yang bisa dipercaya'.
McCain juga mengkritik kebijakan Obama yang antiperang Irak. "Senator Obama menentang dengan strategi baru. Dan memilih menolak memberikan dana tambahan untuk tentara kita yang telah melakukan tugasnya dengan berani," kata dia.
Kebijakan yang akan ditawarkan Obama tentang Irak, lanjut dia, dinilai bisa membawa AS makin jatuh ke dalam perang berkepanjangan, yang membawa AS kembali pada kehancuran.
Kendati demikian, McCain mengakui Obama akan menjadi pesaing berat. Dia juga memuji Hillary sebagai wanita tangguh.
"Senator Clinton patut diacungi jempol karena kegigihannya. Sebagai bapak dari 3 orang putri, saya berutang padanya. Dia menginspirasi jutaan wanita bahwa tidak ada kesempatan di negara besar ini di luar jangkauan mereka," tandas McCain. (nwk/nrl)











































