Ba'asyir: Seharusnya Para Tokoh AKK-BB Ditangkapi Dulu

Rusuh Monas

Ba'asyir: Seharusnya Para Tokoh AKK-BB Ditangkapi Dulu

- detikNews
Rabu, 04 Jun 2008 13:16 WIB
Solo - Polisi seharusnya menangkap para tokoh Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) terlebih dahulu sebelum menangkapi anggota FPI. Sebab AKKBB melakukan provokasi yang membuat FPI bereaksi (klik foto foto tuntut pembubaran FPI).

"Mereka (AKKBB) memancing massa Islam dengan memanas-manasi serta ada yang melakukan empat kali tembakan. Lagipula AKK-BB ini adalah agen-agen asing yang mendukung perusakan agama Islam dari dalam," ujar pengasuh Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Abu Bakar Ba'asyir di Solo, Rabu (4/6/2008) (klik juga detikTV: anggota FPI ditangkap polisi).

Yang dimaksudkan melakukan perusakan agama Islam dari dalam oleh Ba'asyir adalah Ahmadiyah. Menurutnya, Ahmadiyah adalah sebuah kelompok yang dibentuk untuk merusak dan merobohkan sendi-sendi dan pokok-pokok Islam dari dalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biang kerok persoalan ini adalah pemerintah sendiri karena tidak segera bersikap tegas terhadap keberadaan Ahmadiyah. Segera putuskan Ahmadiyah itu sesat dan dilarang, atau dinyatakan sebagai sebuah kelompok di luar Islam. Akan rampung semuanya," lanjutnya.

Rekayasa Pemerintah dan Asing


Lebih lanjut Ba'asyir menilai peristiwa rusuh Monas tanggal 1 Juni lalu sebagai sebuah insiden yang terjadi secara murni karena laskar Islam terprovokasi. Namun isu yang berkembang berikutnya adalah rekayasa untuk pengalihan isu.

"Desakan-desakan pembubaran FPI yang berkembang di mana-mana itu hanyalah sebuah rekayasa saja untuk mengalihkan perhatian dari bencana kenaikan harga BBM. Mungkin saja isu itu justru direkayasa oleh Pemerintah sendiri. Wallahu a’lam," paparnya.

Tentang kemungkinan penyusupan intelijen asing dalam peristiwa Monas, menurut Ba'asyir, hal tersebut bisa saja terjadi. Menurutnya, bukan tidak mungkin intelijen asing itu menunggangi aksi massa. "Bisa saja ada intelijen asing yang menyusupi agar terjadi kekerasan itu." ujarnya.

Tentang kemungkinan penyusupan intelejen asing ke FPI seperti penilaian sejumlah pengamat, Ba'asyir mengatakan, "Ya bisa saja. Kita tidak tahu secara persisnya. Wallahu a’lam," pungkasnya. (mbr/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads