Adalah Ahmad Badawi (30) warga Jl Petamburan IV RT 12 No 34 dan Rizqi (18) warga Jl Petamburan II RT 3 No 40 yang diduga menjadi korban salah tangkap oleh polisi.
Teman Ahmad yang berada di Kantor FPI, Jl Petamburan III, Jakarta, Rosyid (30)
mengatakan, saat penggerebekan anggota FPI, Ahmad turut menjadi saksi. Ahmad yang berniat menonton peristiwa tersebut tiba-tiba ikut diciduk polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahmad, kata Rosyid, merupakan petugas kebersihan SMP An Nur yang terletak di Jl KS Tubun, Jakarta. Karena siswa telah masuk kelas, Ahmad pun memilih pulang dan menonton proses penangkapan.
Apes berada di pihaknya. Penampilannya membuat polisi terkecoh. Dia pun ikut digiring polisi dan dimasukkan ke dalam mobil tahanan.
"Dia bukan FPI tapi cuma cleaning service," ujar istri Ahmad, Tati (30).
Sementara korban salah tangkap lainnya, Rizqi, sedang tertidur saat polisi masuk ke dalam rumahnya. Orangtua Rizqi yang sempat menghalau tak membuat aparat menyerah begitu saja.
"Polisi masuk ke rumah dan menunjukkan foto Rizqi ke ibu saya. Ibu saya awalnya bilang nggak ada wajah itu. Tapi setelah pergi, polisi balik lagi dan langsung nangkep adik saya," cerita kakak Rizqi, Budi Lesmana.
Ibu Rizqi, Eli, yang ditemui di kantor FPI pun mempertanyakan penangkapan anaknya. Menurut Eli, anaknya bukanlah anggota FPI.
"Kenapa anak saya dibawa? Polisi main bawa saja. Si Rizqi tuh anak SMA Said Naum," tutur Eli.
(ptr/nrl)










































