Tangkapi Anggota FPI, Polisi Terpengaruh Opini Publik

Tangkapi Anggota FPI, Polisi Terpengaruh Opini Publik

- detikNews
Rabu, 04 Jun 2008 09:25 WIB
Jakarta - Penangkapan yang dilakukan polisi terhadap puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) dinilai tidak fair. Polisi melakukan penangkapan, karena terpengaruh opini publik yang menyudutkan FPI (klik foto foto anggota FPI ditahan di Polda).

"Seperti yang kita lihat, selama ini media sangat menyudutkan FPI. Sosok FPI dinilai paling bersalah, padahal ada orang lain (AKKBB) yang juga melakukan pelanggaran hukum," kata Rudi Satrio, pengamat hukum dari Universitas Indonesia (UI), saat dihubungi detikcom, Rabu (4/3/2008) .

Akibatnya, kata Rudi, polisi melakukan penangkapan bukan didasarkan pada penegakan hukum yang ada. "Polisi terobsesi dengan opini yang telah terbangun. Bukan kebijakan yang harus dilakukan suatu lembaga," tambah Rudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rudi tidak mempersoalkan penangkapan puluhan anggota FPI, asal semua pihak yang melanggar hukum juga ikut ditangkap. "Tanpa pengecualian, semua sama di muka hukum," ucap Rudi.

Sebab, dalam pandangan Rudi, massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKBB) saat berunjuk rasa di Monas dinilai memprovokasi massa FPI. Seharusnya, AKKBB bisa dimintai pertanggungjawaban oleh aparat kepolisian.

Rudi menilai, AKKBB sengaja untuk tidak memahami situasi yang ada. AKKBB juga sengaja memancing dan memprovokasi massa FPI di tengah berbagai penolakan yang cukup deras terhadap Ahmadiyah.

"Mereka (AKKBB) juga memancing masalah. Ini yang harus menjadi diperhatikan aparat penegak hukum," kata Rudi.

(mar/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads