Penggerebekan FPI Jadi Shock Therapy Bagi Ormas Sejenis

Penggerebekan FPI Jadi Shock Therapy Bagi Ormas Sejenis

- detikNews
Rabu, 04 Jun 2008 09:22 WIB
Jakarta - Tindakan kekerasan dalam aksi unjuk rasa harus dihentikan. Penggerebekan Front Pembela Islam (FPI) dapat menjadi pelajaran bagi ormas lain agar tidak anarkis (klik foto foto anggota FPI ditahan polisi).

"Ini shock therapy bagi ormas sejenis. Jadi harus ada efek jera dan kepolisian harus tegas menghukum pelanggaran kriminal ini. Jika tidak, maka akan ada FPI lainnya yang nongol lagi," kata anggota Komisi III (Komisi Hukum) DPR Eva Kusuma Sundari kepada detikcom, Rabu (4/6/2008).

Menurut dia, penggerebekan FPI lantaran adanya tekanan publik yang kuat mengingat dalam aksinya FPI tidak mengedepankan susila. Penggerebekan tersebut pun harus bermuara pada pembubaran FPI (klik foto foto polisi grebek markas FPI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"FPI dikenal dengan kekerasan, hiperbola, bombastis, dan tidak ada tata krama dalam kehidupan beragama dan kebebasan berpendapat. Asal ada bukti, usut saja," ujarnya.

Apa perlu dikonfrontir dengan AKKBB? "AKKBB kan sebagai korban. Ada rekamannya. Jadi tidak perlu mereka dihadapkan karena masalahnya akan semakin meluas," sahut politisi PDIP ini.

FPI menganiaya massa AKKBB pada demo di Monas Minggu 1 Juni. 70 Aktivis AKKBB menjadi korban dan 7 orang harus menjalani perawatan
intensif.

Kepolisian lalu melakukan penggerebekan dan menangkap 58 aktivis FPI, Munarman tak terlihat. (aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads