Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Humas UMY, Twediana B Hapsari MSi, kepada wartawan di kampus terpadu UMY Ringroad Selatan, Bantul, Selasa (3/6/2008).
"Untuk sementara, seluruh kegiatan penelitian banyugeni oleh Pusat Studi Pengembangan Energi regional (Pusper) UMY dihentikan karena menunggu hasil pengkajian ilmiah dari senat akademi," kata Twediana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah ada kajian ilmiah, baru bisa ditentukan keputusan apa yang diambil," katanya.
Perlu diketahui, UMY mulai melakukan penelitian banyugeni itu sejak bulan November 2007. Pada tanggal 13 Februari 2008 dilakukan launching bahan bakar non fosil atau hidrofuel itu dengan nama Banyugeni. Selanjutnya UMY mendaftarkan penemuan itu ke kantor Departemen Hukum dan HAM dengan nama Banyugeni TM.
Saat itu, Rektor Dr Khoiruddin Bashori mengungkapkan temuan didasari oleh keprihatinan semakin menipisnya bahan bakar berbasis fosil. Eksplorasi sumber bahan bakar baru juga terinspirasikan. (bgs/mly)











































