"Yang terbanyak adalah perubahan NJOP," kata Andi usai mengumumkan jumlah hartanya di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2008).
Dalam waktu yang bersamaan, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto dan Jaksa Agung Hendarman Supandji juga mengumumkan kekayaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan itu, pada harta berupa giro dan setara kas lainnya bertambah Rp 610 juta. Pada 31 Oktober 2006, giro dan setara kas itu berjumlah Rp 2.319.600.000, dan meningkat menjadi Rp 2.929.778.161.
Andi yang memiliki 13 aset tanah dan bangunan itu dilantik sebagai Menkum HAM pada 9 Mei 2007. "Saya 20 tahun jadi anggota DPR dan 1 tahun jadi menteri," imbuh pria 55 tahun ini.
Bertambahnya NJOP juga disebut Mendagri Mardiyanto sebagai alasan hartanya bertambah Rp 3,04 miliar. Sebelumnya, pada 26 Juni 2007, harta Mardiyanto berjumlah Rp 7.260.639.000.Selang 17 bulan, jumlah itu meningkat menjadi Rp 10.309.115.458 dan US$ 50 ribu pada laporan per 12 November 2007.
"Itu karena perubahan NJOP harta-harta tidak bergerak," ujar pria yang dilantik sebagai Mendagri pada 29 Agustus 2007.
Dibandingkan dengan Andi dan Mardiyanto, harta Hendarman berada di urutan terakhir. Harta Hendarman berdasarkan laporan per 18 Mei 2001 sebesar Rp 2.308.202.000. 6 Tahun kemudian atau pada 10 Juli 2007, hartanya bertambah Rp 1,16 miliar menjadi Rp 3.476.432.647.
"Itu harta gabungan dengan istri saya yang menjadi Dirut RS Harapan Kita," ujarnya.
21 aset tanah dan bangunan mendominasi harta Hendarman, sebagian besar terletak di Jabodetabek dan Subang (Jawa Barat). Seluruh tanah dan bangunan itu bernilai Rp 2.624.495.000.
"Yang di Subang itu banyak tapi kecil-kecil. Istri saya yang sering jalan ke Subang," imbuhnya. (fiq/ken)











































