"Saya sama sekali tidak tahu, tapi secara logika ini aksi cinta damai dan anti kekerasan. Aksi kami diikuti oleh ibu-ibu dan anak-anak. Jadi secara logika tidak mungkin kami membawa senjata," ujar koordinator aksi AKKBB Anick HT dalam pertemuan dengan Komisi III DPR, Selasa (3/6/2008).
Anick menyampaikan itu saat ditanya salah seorang anggota DPR soal adanya senjata api yang dituduh FPI kepunyaan aktivis AKKBB.
Menanggapi itu, anggota Komisi III yang memimpin pertemuan, Soeripto, meminta Anick untuk melakukan investigasi internal.
"Coba kamu melakukan investigasi internal, jangan sampai ada yang susupi," ujar anggota FPKS ini.
Anick pun menerima usulan tersebut. "Kami terima usulan pimpinan. Kami akan melakukan koordinasi internal, jangan sampai ada pihak-pihak yang mencoba menyusupi," kata pria itu.
Usai pertemuan terbuka selama 30 menit, Anick membantah pihaknya telah berorasi soal Ahmadiyah saat diserang FPI.
"Waktu itu kami kalau dibilang soal Ahmadiyah, kami belum orasi. Selebaran-selebaran kami juga masih ada di mobil, juga spanduk besar masih di mobil," beber Anick.
Anick juga menjelaskan, aksi damai AKKBB di Monas telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Polres, Polda bahkan Mabes. Mana mungkin aksi kami tidak diketahui sama sekali," tandasnya. (nik/nrl)











































