SB dan istrinya datang ke RSPAD Gatot Subroto, Jl Dr Abdul Rahman Saleh No 24, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2008) sekitar pukul 14.15 WIB.
Mengenakan setelan koko dan celana putih, SB beserta istrinya berkeliling dari 1 kamar ke kamar lain yang terletak di paviliun Kartika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dipukul karena ingin menolong salah seorang Kiai yang dipukuli dan diinjak-injak massa ormas Islam. Namun ketika saya ingin menolongnya, sebilah bambu menghantam kepala bagian belakang saya," jawab Syafii.
Syafii melanjutkan, setengah tidak sadar, dirinya berlari untuk menghindar. "Kebetulan saat itu saya menggunakan sepatu kets sehingga saya bisa menghindar dengan cepat dari amukan massa. Setelah itu saya tidak tahu nasib kiai yang dipukuli itu," kisah Syafii.
SB juga mengunjungi pasien di ruang 609, tempat korban paling parah Muhammad Guntur Romli dari Jurnal Perempuan. SB juga tampak berdialog dengan Guntur yang pelipis sampai atas bibirnya terlihat diperban itu. (nwk/ana)











































