"Soal dibubarkan atau tidak, itu urusan pemerintah. Tapi tolong, pemerintah dan polisi jangan menerapkan standar ganda," katanya saat menghadiri penutupan aksi mogok makan di gerbang Undip Semarang, Jalan Imam Bardjo, Selasa (3/6/2008).
Tjahjo menambahkan, saat terjadi penyerangan terhadap AKKBB, polisi tampak tak berusaha mencegah. Setelah kejadian, mereka malah sibuk mencari alasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tjahjo berharap insiden penyerangan itu bisa diusut tuntas. Paling tidak, pelaku penyerangan harus diseret ke muka hukum.
Semetara itu, Kelik Ismunanto, salah satu aktivis pendukung mogok makan, mengatakan seharusnya pemerintah memverifikasi ormas Islam, termasuk FPI. Jika ilegal, maka pemerintah berhak membubarkannya.
"Saya dengar mereka (FPI) tidak terdaftar sebagai ormas. Kalau benar, mereka bisa dibubarkan," tambahnya.
Aksi mogok makan menolak kenaikan harga BBM yang dilakukan pekan lalu, ditutup. Para peserta akan mengajak elemen masyarakat mogok makan di kampung dan kampus. (try/djo)










































