Tjahjo: Pemerintah dan Polisi Jangan Standar Ganda Soal FPI

Tjahjo: Pemerintah dan Polisi Jangan Standar Ganda Soal FPI

- detikNews
Selasa, 03 Jun 2008 12:52 WIB
Semarang - Ketua FPDIP, Tjahjo Kumolo meminta pemerintah dan kepolisian tidak menerapkan standar ganda saat menghadapi FPI yang telah berkali-kali bertindak anarkis.

"Soal dibubarkan atau tidak, itu urusan pemerintah. Tapi tolong, pemerintah dan polisi jangan menerapkan standar ganda," katanya saat menghadiri penutupan aksi mogok makan di gerbang Undip Semarang, Jalan Imam Bardjo, Selasa (3/6/2008).

Tjahjo menambahkan, saat terjadi penyerangan terhadap AKKBB, polisi tampak tak berusaha mencegah. Setelah kejadian, mereka malah sibuk mencari alasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian pula halnya dengan pemerintah. Mereka tak bertindak tegas dan terkesan mengambangkan persoalan. Pada akhirnya, kasus-kasus anarkisme yang dilakukan FPI terus berlangsung.

Tjahjo berharap insiden penyerangan itu bisa diusut tuntas. Paling tidak, pelaku penyerangan harus diseret ke muka hukum.

Semetara itu, Kelik Ismunanto, salah satu aktivis pendukung mogok makan, mengatakan seharusnya pemerintah memverifikasi ormas Islam, termasuk FPI. Jika ilegal, maka pemerintah berhak membubarkannya.

"Saya dengar mereka (FPI) tidak terdaftar sebagai ormas. Kalau benar, mereka bisa dibubarkan," tambahnya.

Aksi mogok makan menolak kenaikan harga BBM yang dilakukan pekan lalu, ditutup. Para peserta akan mengajak elemen masyarakat mogok makan di kampung dan kampus. (try/djo)


Berita Terkait