Pemilihan 7 Keajaiban Alam ini dilakukan secara online di situs http://www.new7wonders.com. Pemilihan ini diselenggarakan oleh The New7Wonders Foundation. Lembaga ini pada 2007 sempat melakukan pemilihan 7 Keajaiban Dunia.
Saat ini, ada 77 tempat wisata dari 6 benua yang dijadikan nominator. Pemilihan akan berakhir pada 31 Desember 2008. Panitia akan mengumumkan 21 besar dari 77 nominator pada Januari 2009. Nominator yang masuk 21 besar akan dilakukan pemilihan lagi sampai akhirnya ditentukan 7 keajaiban dunia yang mendapat suara paling banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan pada hari ini, posisi Taman Nasional Komodo berada di urutan nomor 33 (naik 3 tingkat), Gunung Krakatau di urutan 62 (naik 8 tingkat), dan Danau Toba di urutan 64 (naik 7 tingkat).
Hingga berita ini diturunkan, posisi pertama masih ditempati Pantai Ha Long (Vietnam). Berikut posisi 7 besar nominator 7 Keajaiban Alam hingga saat ini:
1. Ha Long Bay (Vietnam)
2. Cox's Bazar, Beach (Bangladesh)
3. Tubbataha Reef (Filipina)
4. Chocolate Hills (Filipina)
5. Ganges, River (India)
6. Mount Everest (Nepal)
7. Puerto Princesa Subterranean River National Park (Filipina)
Posisi Sungai Amazon atau Amazon River (Bolivia/Brazil/Colombia/Equador/Peru Venezuela) yang pada tiga hari lalu masuk 7 besar tergeser oleh Puerto Princesa Subterranean River National Park, tempat wisata di Filipina.
Pemilihan secara online ini akan berakhir pada 31 Desember 2008. Tempat wisata yang masuk dalam 21 besar akan dilakukan pemilihan kembali. Tujuh tempat wisata yang masuk dalam posisi 7 besar akan ditetapkan sebagai 7 Keajaiban Alam Dunia.
Β
Salam satu pembaca detikcom, Nadira Alatas, berharap masyarakat Indonesia mau berpartisipasi dalam pemilihan ini. "Indonesia mungkin akan kalah dari negara lain, bahkan negara kecil yang mengajukan tempat yang tidak terlalu menarik, hanya karena negara tersebut lebih melek internet," kata dia.
Sikap pemerintah Brazil mungkin bisa ditiru pemerintah Indonesia. "Brazil misalnya, pemerintahnya menyediakan fasilitas gratis untuk masyarakatnya yang tidak punya akses internet agar bisa ikut memilih untuk negaranya.Β Karena itu, ayo bantu sebarkan informasi dan ajakan ini!" ajak Nadira.
(asy/nrl)










































