LBH Jakarta Dampingi Orang yang Nyaris Dicekik Munarman

LBH Jakarta Dampingi Orang yang Nyaris Dicekik Munarman

- detikNews
Selasa, 03 Jun 2008 11:54 WIB
Jakarta - Panglima Komando Laskar Islam (KLI) Munarman membantah mencekik anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Yang dia cekik adalah anggota FPI. Tapi, menurut LBH Jakarta, ada orang lain yang mengaku nyaris dicekik Munarman.

Direktur LBH Jakarta Asfinawati bercerita bahwa Senin (2/6/2008) kemarin, dirinya telah menemani seseorang yang mengaku ditarik kerah bajunya oleh Munarman hingga tercekik saat demo di Monas. Asfinawati bersama korban telah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya.

"Ini orang AKKBB dan saya yang mendampinginya," tegas Asfinawati saat dihubungi detikcom, Selasa (3/6/2008). Namun Asfinawati enggan memberitahu identitas orang yang nyaris dicekik Munarman itu. Yang jelas, orang tersebut bukanlah pria yang dicekik Munarman seperti di foto yang disebarkan AKKBB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai Munarman, Asfinawati menyebut mantan koleganya di LBH Jakarta itu sebagai orang yang berbahaya. Meski yang dicekik Munarman sesama anggota FPI, tapi menurut Asfinawati, hal itu malah semakin menunjukkan bahwa Munarman itu sangat berbahaya.

"Mesti bukan dari AKKBB, tetap saja salah. Itu menunjukkan keberingasan Munarman. Bukan hanya AKKBB, anak buahnya sendiri saja bisa dicekik. Dia bisa mencekik siapa pun. Ini sangat berbahaya," ujar Asfinawati .

Pengakuan Munarman bahwa ia mencekik anak buahnya untuk mencegah tindakan anarkis tidak terlalu dipedulikan Asfinawati. "Di dalam hukum pidana itu tidak penting. Keterangan terdakwa itu tidak penting. Yang penting itu adanya bukti-bukti seperti foto-foto, keterangan saksi yang mendengar dan melihat," jelas dia.

Asfinawati juga menyesalkan penyerbuan di Monas. Meski dia mengakui bahwa AKKBB tidak mengantongi izin dan tidak menyampaikan pemberitahuan kepada polisi, tetap saja FPI tidak berhak melakukan penyerangan tersebut. "Polisi saja tidak diperbolehkan untuk memukul demonstran yang tidak memiliki izin," ujar dia.
(mok/asy)


Berita Terkait