Direktur LBH Jakarta Asfinawati bercerita bahwa Senin (2/6/2008) kemarin, dirinya telah menemani seseorang yang mengaku ditarik kerah bajunya oleh Munarman hingga tercekik saat demo di Monas. Asfinawati bersama korban telah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya.
"Ini orang AKKBB dan saya yang mendampinginya," tegas Asfinawati saat dihubungi detikcom, Selasa (3/6/2008). Namun Asfinawati enggan memberitahu identitas orang yang nyaris dicekik Munarman itu. Yang jelas, orang tersebut bukanlah pria yang dicekik Munarman seperti di foto yang disebarkan AKKBB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mesti bukan dari AKKBB, tetap saja salah. Itu menunjukkan keberingasan Munarman. Bukan hanya AKKBB, anak buahnya sendiri saja bisa dicekik. Dia bisa mencekik siapa pun. Ini sangat berbahaya," ujar Asfinawati .
Pengakuan Munarman bahwa ia mencekik anak buahnya untuk mencegah tindakan anarkis tidak terlalu dipedulikan Asfinawati. "Di dalam hukum pidana itu tidak penting. Keterangan terdakwa itu tidak penting. Yang penting itu adanya bukti-bukti seperti foto-foto, keterangan saksi yang mendengar dan melihat," jelas dia.
Asfinawati juga menyesalkan penyerbuan di Monas. Meski dia mengakui bahwa AKKBB tidak mengantongi izin dan tidak menyampaikan pemberitahuan kepada polisi, tetap saja FPI tidak berhak melakukan penyerangan tersebut. "Polisi saja tidak diperbolehkan untuk memukul demonstran yang tidak memiliki izin," ujar dia.
(mok/asy)











































