Peristiwa naas ini terjadi di French Alps, Prancis, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/6/2008).
Kecelakaan maut itu terjadi di Desa Mesinges, dekat Kota Allinges. Kereta menabrak bus yang mengangkut 50 murid SD dan 6 guru tersebut di rel pintu pelintasan kereta api. Para siswa yang berumur 12 hingga 13 tahun itu akan melakukan outing sejarah ke Desa Yvoire, dekat perbatasan Swiss.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan sopir bus dan masinis tidak mengalami cedera namun "sangat syok," kata polisi setempat.
Menurut saksi mata, bus sekolah mendekati rel pintu lintasan kereta ketika pintu lintasan mulai menutup. Saat itu lampu merah juga sudah menyala namun bus tersebut terus maju. Akibatnya, bus terjebak di tengah lintasan dan tak ayal lagi dihantam oleh kereta penumpang yang melintas. Akibat tabrakan itu, badan bus terbelah jadi dua.
Menteri Dalam Negeri Prancis Michele Alliot-Marie telah berkunjung ke lokasi kecelakaan. Dikatakannya, penyelidikan tengah dilakukan untuk memastikan sebab-sebab kecelakaan.
Perdana Menteri Prancis Francois Fillon mencetuskan, sopir bus turut bersalah dalam musibah itu. "Tak diragukan lagi, di sini ada masalah tanggung jawab sopir," tuturnya.
Kecelakaan ini merupakan kecelakaan bus sekolah paling serius di Prancis sejak tahunn 1982. Saat itu tabrakan maut di Kota Beaune menyebabkan 53 orang tewas, termasuk di antaranya 44 anak-anak. (ita/ana)











































