"Pemilu memang membutuhkan logistik yang baik, tapi pemilu tidak selalu dimenangkan yang kaya," cetus Jusuf Kalla saat membuka Rakor Teknis Bendahara Partai Golkar di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (3/6/2008).
Sehingga, menurut Jusuf Kalla yang Wakil Presiden itu, partai harus bisa mengelola dana dengan efisien. "Bagaimana menjalankan pemilu secara efisien," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahasa agamanya halalan thayyiban," kata Kalla.
Ketiga, partai harus mengelola dana dengan baik dan teratur. Partai harus patuh pada aturan-aturan dan regulasi yang dibuat lembaga seperti KPU.
"Kita membawa Golkar menjadi partai yang tertib, sehingga kita tetap menjadi partai yang terbesar," pungkas Kalla.
Rakor ini diikuti oleh seluruh bendahara Partai Golkar dari tingkat II, tingkat I dan pusat. Menurut Ketua Panitia Rakor Andi Ahmad Dara, rakor ini menjawab ketentuan UU No 10/2008 yang mewajibkan setiap pengurus partai sampai tingkat kabupaten/kota melaporkan keuangan pada KPU.
Sehingga dalam acara ini, Golkar menghadirkan Ketua KPU Hafiz Anshori, pembicara dari BPK, Depdagri, dan Ikatan Akuntan Indonesia. Hadir juga sejumlah pimpinan teras Partai Golkar seperti Surya Paloh, Muladi, Ratu Atut Chosiyah dan Airlangga Hartanto.
(aba/nrl)











































