Ada tiga hal yang membuat Komando Laskar Islam (KLI) bertindak reaktif terhadap massa AKK-BB yang nyata-nyata mendukung Ahmadiyah. Pertama, massa AKK-BB tidak memiliki izin untuk demo. Kedua, mereka mengatakan Komando Laskar Islam adalah laskar setan dan laskar kafir. Ketiga, mengapa ada massa pendukung Ahmadiyah itu yang membawa senjata api.
"Untuk itu, kepada Presiden SBY dan Wapres JK harus cerdas melihat permasalahan ini. Komando Laksar Islam itu anarkis dengan reaksinya, karena ada tindakan provokasi oleh pendukung Ahmadiyah. Untuk itu, kami meminta presiden harus cerdas, arif, cermat dan teliti, harus objektif, tidak subjektif," kata Habib Rizieq kepada wartawan dalam jumpa pers di markas FPI, Jl Petamburan, Jakarta Barat, Senin (2/6/2008) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga meminta polisi tidak diskriminatif. "Kalau mau periksa Komando Laskar Islam, jangan satu pihak. Pendukung Ahmadiyah juga harus diperiksa. Jadi, kedua belah pihak diperiksa," ujar dia. Dalam konferensi pers ini, Habib Rizieq kembali memutar video mengenai adanya salah satu massa AKK-BB yang membawa senjata api.
Sementara itu, situasi di markas FPI hingga pukul 20.15 WIB, masih tampak biasa. Puluhan anggota FPI masih berkumpul di markas ini. Sebagian berjaga di depan pintu masuk gang menuju markas FPI itu. Pengamanan di sekitar markas FPI sedikit diperketat, karena ada isu polisi akan menangkap sejumlah anggota FPI terkait aksi rusuh di Monas.
(asy/irw)











































