"Pada 11 Juni saya memprakarsai pertemuan Ahmadiyah dan ormas-ormas lain di Muhammadiyah," kata Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudsin usai bertemu Presiden SBY di Kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta, Senin (2/6/2008).
Din menyesalkan kekerasan yang dialami Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) di Monas yang dilakukan massa beratribut FPI. Kata Din, aksi kekerasan itu bertentangan dengan nilai Islam.
"Saya berpendapat itu bertentangan dengan agama, merusak citra Islam dan jelas tindak kriminal," katanya.
Din menegaskan, sikap Muhammadiyah adalah jika ada kelompok yang bernabi kembali setelah Nabi Muhammad SAW, mereka berada di luar aqidah Islam. Namun kelompok tersebut memiliki hak untuk hidup berdampingan.
Din menilai, hanya negara yang berhak melarang atau membiarkan eksistensi suatu kelompok. Itu pun atas dasar pertimbangan hukum dan bukan atas latar belakang agama.
Dalam kesempatan itu Din memberikan undangan kepada Presiden SBY untuk membuka Second World Peace Forum yang akan berlangsung 24-26 Juni 2008 mendatang di Hotel The Sultan. Acara ini akan dihadiri tokoh-tokoh dunia untuk membahas masalah kekerasan di dalam masyarakat.
(mar/asy)











































