Mogok massal para sopir angkot dipusatkan di Balaikota Semarang, Jalan Pemuda, Senin (2/6/2008). Mereka memarkir armadanya di pinggir jalan sehingga mengganggu arus lalulintas.
Di beberapa jalan protokol, warga terlihat berjalan kaki ke pusat kota. Hal yang sama juga dialami siswa yang hendak pulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksinya, perwakilan sopir diterima Pemkot. Sekda Soemarmo tak berani menjanjikan apa-apa soal BRT. Namun soal subsidi, pemkot akan berkonsultasi dengan DPRD.
Tak puas dengan jawaban itu, sopir menuju Kantor DPRD yang berada satu kompleks dengan balaikota. Mereka berhasil membawa Ketua DPRD Siryono keluar.
"Kami berjanji akan memperjuangkan aspirasi para pengunjuk rasa dengan mengangkat masalah ini dalam pertemuan DPRD dengan pemkot," katanya disambut tepuk tangan.
Menurut rencana, BRT akan dioperasikan di Semarang pada tahun 2009 mendatang. Oleh sopir angkot, bus sejenis trans Jogja itu dinilai mengganggu 'stabilitas' moda angkutan di Semarang.
(try/djo)










































