"Kapolri harus turun tangan. Dia harus minta maaf pada rakyat Indonesia karena anak buahnya tak mengamankan, malah kabur," kata Buyung dalam jumpa pers di Wahid Institute, Jl Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2008).
"Apa gunanya intelijen kepolisian kalau tak bisa berbuat sesuatu?" kata Adnan Buyung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu, di masa Orde Baru, tentara yang menyerbu kampus. ITB diserbu, UI diserbu. Sekarang di zaman orde demokrasi ini, polisi yang menyerbu Unas!" kecam Bang Buyung.
"Ini kan memalukan! Aparat kepolisian yang justru menjadi musuh demokrasi," pungkasnya. (aba/nrl)











































