"Seharusnya penyelenggara aksi di Monas sudah tahu, bahwa situasi tengah panas. Mereka bermain api di depan minyak. Itu memancing masalah namanya," kata Rudi Satrio, pengamat hukum dari Universitas Indonesia (UI) saat dihubungi detikcom, Senin (2/6/2008).
Rudi juga menyesalkan sikap AKK-BB yang melakukan aksi tanpa melihat situasi yang ada sekarang ini. "Sangat disayangkan, mereka tidak membaca situasi," ujar Rudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, tindakan FPI tidak sepenuhnya bisa disalahkan. Dalam hal ini AKK-BB juga ikut bersalah karena mengundang chaos sehingga menimbulkan keonaran. "Mereka mengundang pihak lain untuk bereaksi," ujar Rudi.
(mar/nrl)










































