"Saya sebagai ketua DPR mengutuk tindakan-tindakan yang tidak bermoral. Kejadian ini menodai semangat kita yang sedang memperingati hari lahir Pancasila," kata kata Agung di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/6/2008).
Agung menilai, tindakan ini tidak bisa ditolerir. Jika ini dibiarkan terus maka akan mengancam NKRI.
Menurut Agung, polisi harus menangkap pelakunya dan mengusut tuntas kasus penyerangan itu. Jika polisi melakukan pembiaran maka akan menjadikan FPI makin tak terkendali.
Agung menilai, langkah tegas polisi diperlukan agar tindakan saling menyerang sebagai bentuk belas dendam tidak terjadi. "Saya berharap polisi mengambil langkah cepat agar tak terjadi aksi serupa," ujar Agung.
Ketua Umum DPP Partai Golkar ini juga meminta agar kasus serupa jangan sampai terulang. Jangan sekali-kali dibiarkan teror dibalas dengan teror. "Bangsa ini harus dihindarkan dari saling pukul dan saling bunuh," kata Agung.
Agung menilai, aksi ini sebagai bentuk ketidaktegasan aparat untuk menindak aksi kekerasan FPI selama ini. Selain itu, Depdagri, Depag dan Kepolisian gagal membina FPI sehingga terkesan FPI tidak terkontrol. "Kalau dibiarkan ya begini jadinya," ucap Agung.
Jadi FPI dibubarkan? "Kita jangan emosional. Kita peringati dulu, dan polisi harus ambil tindakan tegas," tutur Agung. (mar/djo)











































