Kota Paris menjadi saksi bisu detik-detik terakhir kematian Lady Diana sepuluh tahun lalu. Di terowongan Place de I'Alma, si Putri Rakyat (People's Princess) itu tak kuasa melawan sang maut.
Kisah Lady Diana yang tewas kecelakaan mobil di Place de I'Alma, menjadikan terowongan sepanjang kurang lebih 300 meter itu begitu penuh memori hingga saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini terowongan tempat Lady Diana kecelakaan," katanya sesaat sebelum memasuki terowongan.
Terowongan Place de I'Alma adalah under pass yang terletak kurang lebih 2 kilometer dari Menara Eiffel. Terowongan ini dibagi dua jalur, barat dan timur. Lampu di terowongan itu tidak pernah mati untuk menghindari kecelakaan.
Kendaraan limusin Mercedes Benz S-280 yang ditumpangi Lady Diana, melintasi terowongan Place de I'Alma pada dinihari 31 Agustus 1997.
Seperti banyak diberitakan, kecepatan kendaraan Lady Diana yang disopiri Henri Paul mencapai 200 kilometer. Padahal batas kecepatan maksimum ketika melewati terowongan Place de I’Alma hanya 50 kilometer karena terowongan ini panjangnya tidak lurus tapi agak melengkung sedikit.
Taxi Parisien yang ditumpangi reporter detikcom saja, yang berjalan 80 kilometer sudah terasa lumayan ngebut yang bikin bulu kuduk merinding.
Konon kendaraan Lady Diana melaju dalam kecepatan tinggi karena dikejar paparazzi yang hendak mengambil gambar kemesraan Lady Diana dan kekasihnya, Dodi Al Fayed.
Sayang, si sopir Henri Paul tidak bisa mengendalikan kendaraannya sehingga menabrak pilar yang memisahkan jalur barat dan timur. Lady Diana pun terluka parah yang kemudian meninggal di rumah sakit dan kekasihnya langsung tewas di tempat. Hanya Trevor Rees-Jones, pengawal pribadi Dodi yang duduk di depan yang selamat.
Hingga kini setiap sopir taksi di Paris banyak yang sekadar mengingatkan para turis bahwa terowongan yang dilintasi adalah terowongan maut Lady Diana.
Rupanya sosok mantan istri Pangeran Charles ini begitu hidup di hati semua orang. Sampai-sampai sopir taksi di Paris pun terlihat wajib menceritakan tempat-tempat terakhir yang didatangi Diana di ujung hidupnya.
Kurang lebih satu kilometer sebelum melewati terowongan Place de I'Alma, berdiri Hotel Ritz milik ayah Dodi, Mohammad Al Fayed, pengusaha berdarah Mesir yang berkewarganegaraan Inggris. Al Fayed salah satu warga kehormatan Inggris yang juga memiliki pertokoan mewah Harrod's.
Hotel ini adalah tempat persinggahan terakhir Lady Diana beberapa menit sebelum keluar melintasi terowongan Place de I'Alma. Diana dan Dodi rupanya tak tahan terus dikuntit paparazzi di Hotel Ritz dan kabarnya bermaksud menuju rumah pibadi Dodi.
Ibu dari Pangeran William dan Harry ini pun akhirnya menutup cerita hidupnya di terowongan Place de I'Alma di usia 36 tahun.
Cerita menarik soal Lady Diana juga detikcom temui di bandara Heathrow, London, ketika sedang transit pesawat pada 25 Mei 2008. Ketika memasuki Glorius Britain, toko yang menjual cinderamata khas Inggris, hanya terdapat gambar Lady Diana dan putranya, Pangeran William, untuk pajangan sendok perak.
Si pelayan toko mengatakan, pihaknya hanya menjual pajangan sendok perak yang bergambar Lady Diana dan Pangeran William saja, ketika ditanya kenapa tidak ada yang bergambar Pangeran Harry dan Pangeran Charles.
"Semua orang lebih suka Diana dan William, bukan Harry apalagi Charles," jawab si pelayan toko yang membikin bengong.
(ir/nrl)











































