'Curhat' pada Tuhan di Notre Dame

Laporan dari Paris

'Curhat' pada Tuhan di Notre Dame

- detikNews
Senin, 02 Jun 2008 08:50 WIB
Curhat pada Tuhan di Notre Dame
Jakarta - Gerimis yang datang ikut menambah suasana syahdu di Katedral Notre Dame, Paris, diselimuti suhu 19 derajat Celsius. Pengunjung yang datang dengan berbagai bahasa pun bebas mencurahkan isi hatinya (curhat) di Notre Dame.

Katedral Notre Dame adalah salah satu gereja penting di Eropa dan menjadi salah satu saksi perjalanan Napoleon Bonaparte menjadi Kaisar Perancis yang ke-36. Pemimpin perang termashyur itu mengangkat sendiri dirinya menjadi Raja Perancis.

Napoleon memahkotai diri sendiri sebagai Kaisar Perancis di Katedral Notre Dame Paris pada 2 Desember 1804 di hadapan Paus Pius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reporter detikcom Irna Gustia yang berkesampatan mengunjungi Notre Dame pada 29 Mei 2008 menyaksikan bagaimana kemegahan gereja terpenting di Eropa itu.

Notre Dame memakai arsitektur ghotic yang dirancang oleh Maurice de Sully dan didirikan pada abad ke 12-14 atau sekitar tahun 1163-1345.

Bangunan klasik ini banyak didominasi patung-patung berpakaian megah di dinding depannya. Semua jalan-jalan di kota Paris yang dibangun pada era itu kabarnya memakai patokan titik nol di depan gereja itu untuk ukurannya.

Notre Dame ramai dikunjungi wisatawan meski bukan hari libur bahkan jika hari Sabtu atau Minggu pengunjung yang datang bisa membludak. Di sudut-sudut Notre Dame kerap terdengar sekelompok orang bernyanyi lagu-lagu pujian. Lonceng di gereja tua ini juga selalu berdentang yang terdengar hingga jarak 500 meter.

Pengunjung bisa masuk gratis ke dalam Notre Dame dan bisa mengambil lilin-lilin putih dengan memberikan dana sukarela sebagai imbalannya. Beberapa rekan seperjalanan detikcom juga sempat mampir ke tempat pengakuan dosa yang bisa menerima semua bahasa di dunia.

Di depan Notre Dame ada beberapa koin logam yang katanya kalau pengunjung menginjak uang logam itu bisa kembali lagi ke Paris.

Di kawasan Notre Dame ternyata banyak berseliweran pengemis yang meminta-minta uang kepada pengunjung. Awalnya mereka akan bertanya "Can you speak English, Madame?" Jika menjawab ya, si perempuan muda berbaju lusuh itu dengan cepat akan menyodorkan kertas kecil yang isinya mereka adalah yatim piatu dan meminta sumbangan seikhlasnya. Tapi bagi pengunjung yang sudah mengerti tabiat pengemis, biasanya langsung memberikan kode tangan 'tidak'.

Yang tidak kalah menarik toko-toko suvenir di pinggir Notre Dame menjual cinderamata dengan harga miring dibanding di Eiffel.

Tempat lain yang detikcom kunjungi dan ada hubungannya dengan Napoleon adalah gapura kemenangan atau Arc de Triomphe.

Gerbang yang terletak di di ujung jalan Champs Elysees ini dibangun oleh arsitek Jean-Francois Chalgrin pada tahun 1806 dan rampung pada 1836. Gapura ini dibangun atas perintah Napoleon untuk menghargai jasa tentara yang gugur di medan perang.

Pengunjung yang ingin berfoto biasanya memanfaatkan lampu merah agar bisa mendapatkan gambar terbaik.
(ir/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads