Museum Louvre Ada Gratisnya

Laporan dari Paris

Museum Louvre Ada Gratisnya

- detikNews
Senin, 02 Jun 2008 08:23 WIB
Paris - Yang tak boleh Anda lewatkan di Paris adalah Museum Louvre. Untuk menikmatinya, pengunjung harus merogoh kocek 9 euro atau Rp 133 ribu. Tapi buat pencari berita, mendapat keistimewaan menjelajahi museum terbesar dunia itu dengan gratis.

Meski harga tiket relatif terjangkau, tidak ada salahnya para pencari berita memanfaatkan fasilitas gratis itu.

Petugas keamanan di Louvre akan menerima semua kartu jurnalis dari mana pun asal negaranya. Tapi awas jangan sekali-sekali mamakai kartu identitas palsu. Terutama jika foto di kartu identitas tidak sama dengan si pemiliknya. Petugas keamanan tidak segan-segan mengusir keluar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reporter detikcom Irna Gustia yang berkunjung ke Paris pada 29 Mei 2008 bersama empat wartawan asal Indonesia, juga mendapat tiket gratis. Sayang, satu wartawan tidak sama wajah foto dengan dirinya karena sudah foto lama.

"Get out!" kata petugas keamanan wanita yang berwajah sangar itu ketika mengetahui ada ketidakcocokan itu salah satu pas media rombongan.

Louvre adalah museum terbesar di paris dan dunia dengan menyimpan 140 ribu benda seni seperti lukisan atau patung. Mahakarya di Louvre apalagi kalau bukan lukisan Monalisa.

Louvre dibangun pada tahun 1190 dan dibuka untuk umum pada tahun 1793. Di lapangan museum Louvre yang bergaya arsitektur abad lampau terdapat piramida kaca sebagai tempat masuknya.

Piramida kaca ini dibangun di era Presiden Prancis Francois Mitterand tahun 1980 yang sempat ditolak masyarakat Paris karena dianggap tidak cocok berpadu dengan bangunan kuno Louvre.

Isi museum Louvre tidak melulu benda seni dari Eropa tapi juga negara lain seperti timur tengah karena konon ketika berkuasa, Napoleon memerintahkan negara yang berhasil ditaklukkannya untuk menyerahkan benda seni ke museum ini.

Museum Louvre makin menjadi terkenal ketika menjadi sentra utama dalam cerita The Da Vinci Code garapan Dan Brown.Β  Perburuan untuk memecahkan misteri tersembunyi lukisan Monalisa karya Leonardo Da Vinci akhirnya ditemukan Robert Langdon di museum itu juga.

Bisa jadi novel kontroversial di tahun 2004 itu ikut menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung ke museum terbesar di Paris. Sama seperti reporter detikcom, juga sempat bergumam, "O ini toh maksud ceritanya Da Vinci Code".
(ir/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads