Warga khawatir semburan gas akan membesar seperti lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Sebab, semburan yang muncul sejak Minggu 1 Juni 2008 belum berhasil diatasi.
"Kami sudah mengungsikan keluarga ke Sekojo," kata Syamsul Arifin (45), salah seorang warga Bukit Baru, Senin (2/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua RT 08/05 Kelurahan Bukit Baru, Tanison menilai wajar kalau masyarakat merasa was-was. Pasalnya, selain lumpur Lapindo, peristiwa serupa banyak terjadi di berbagai daerah.
Tanison meminta PT Pertamina segera melakukan upaya untuk menghentikan semburan gas itu. Paling tidak, lanjut dia, Pertamina memberikan penjelasan penyebab semburan, agar warga menjadi tenang.
"Jadi saya minta Pertamina segera menghentikannya," ujarnya.
Harapan serupa juga diungkapkan Camat Ilir Barat I, Muhammad Sadruddin Hadjar. "Kita berharap masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir, mudah-mudahan tidak berbahaya," ucapnya.
Hadjar menduga, semburan gas terjadi akibat kabel listrik tegangan tinggi yang terkelupas. Hal itu menyebabkan tiang listrik menjadi panas sehingga air pada fondasi tiang mengeluarkan uap panas.
"Tadi pagi petugas PLN sudah datang dan kejadian itu sudah diatasi," ujarnya.
Pembantu Dekan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya Taufik Toha memperkirakan, luapan gas panas itu dipengaruhi adanya fenomena geologi yang mengakibatkan panas bumi.
"Saya belum melihat persis, tapi kemungkinan itu pengaruh dari geotermal atau panas bumi," jelasnya. (tw/irw)











































