Berdasarkan rilis yang diterima detikcom Senin (2/6/2008), protes atas kenaikan harga BBM itu dilakukan di depan kantor Konsulat Jenderal RI di Hong Kong, Minggu 1 Juni 2008.
Sebelum berkumpul di kantor konsulat, massa yang menamakan diri Gerakan 1 Mei mengadakan longmarch dari Victoria Park. Selama perjalanan, mereka meneriakkan yel-yel, "Turunkan harga BBM sekarang juga", "SBY-JK, rezim anti rakyat," dan sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil yel-yel yang diserukan oleh sang koordinator lapangan diramaikan dengan bunyi peralatan dapur yang mereka pukul ramai-ramai. Aksi yang berlangsung sekitar 2 jam itu pun semakin meriah.
"Kebijakan menaikan harga BBM sudah memperlihatkan bahwa pemerintahan SBY-JK bukanlah pemerintahan yang pro-rakyat. Pemerintahan ini adalah pemerintahan anti rakyat," ujar Ketua Indonesia Migrant Care Workers Union, Rusemi dalam orasinya.
Menurut Rusemi, aksi menolak kenaikan harga BBM di Indonesia direspon pemerintah dengan penangkapan aktivis mahasiswa. Namun, hal itu tidak akan menyusutkan nyali Gerakan 1 Mei untuk melawan kebijakan itu.
"Kami, buruh migran Indonesia di Hong Kong, menyerukan kepada setiap komponen gerakan rakyat yang menolak kenaikan harga BBM di Indonesia, untuk semakin memperhebat aksi-aksi massa yang dilakukan. Gerakan buruh migran Indonesia di Hong Kong tidaklah berdiri sendiri, kami adalah bagian dari gerakan rakyat," timpal Ketua Kothiho, Sri Wulan Mawarsih.
(irw/fiq)










































