Bermula dari seorang warga setempat, Sugianto (32) yang mencium bau tak sedap pada Minggu (1/6/2008) sekitar pukul 07.30 WIB. Bau busuk menyengat itu berasal dari asap yang mirip bau belerang.
Setelah ditelusuri, bau dan asap itu berasal dari sebuah lubang yang bergolak seperti air mendidih. Lubang itu berada di dekat parit seberang rumahnya, tepatnya di bawah tiang listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga setempat sempat merasa panik karena mengira semburan gas tersebut serupa dengan semburan lumpur di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Apalagi, di dekat lubang tersebut tampak ular, tikus, dan ikan-ikan yang mati.
Sementara itu, Tonison (59) Ketua RT setempat bersama beberapa warga berinisiatif memagari lubang tersebut dengan tali rafia. Mereka khawatir semburan tersebut membahayakan. Dia juga menghubungi polisi dan Perusahaan Gas Nasional (PGN).
Kabel Listrik
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas PLN, ternyata penyebab munculnya asap dan bau gas itu berasal dari kabel listrik yang terkelupas.
Kabel itu menyebabkan tiang listrik menjadi panas sehingga membuat air parit di sekitar tiang listrik mendidih. Air di sekitar tiang juga mengandung listrik, sehingga banyak binatang seperti ular, tikus, dan ikan mati kesetrum.
”Tadi listrik dimatikan, sekarang sudah hidup lagi,” kata Bakri, salah satu petugas PLN yang melakukan perbaikan di tiang listrik.
(tw/fiq)











































