"Ketika itu antara pukul satu dan setengah dua siang. Kita di Monas untuk aksi damai memperingati Hari Kelahiran Pancasila. Tiba-tiba massa FPI sambil berteriak bubarkan Ahmadiyah, bubarkan kafir sambil membawa bambu," kata Maman, yang ditemui di RS Mitra Internasional, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (1/6/2008).
Setelah itu, kata Maman, ada 10 orang dari massa FPI yang mengeroyoknya. "Mereka memukul muka dan menendang. Setelah itu, saya jatuh diinjak-injak dan dipukuli pakai bambu," ujar Maman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maman mengaku, saat itu dia tidak melakukan perlawanan. Dia hanya bertahan dan sejumlah anggota massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) berusaha melarikan diri,
Aparat tidak melerai? "Tak ada penghalangan dan dibiarkan. Kejadiannya sangat cepat," ujar Maman.
Maman mengatakan, saat ini anarkisme masih sangat subur. "Saya tidak dendam tapi seharusnya bisa menghargai keberagaman beragama yang ada dalam UU bukan dengan kekerasan.
(mar/ken)











































