"Tanpa Pancasila kita bukan apa-apa. Tapi pemerintah sekarang mulai melupakan Pancasila. Mudah menyerah. Sedikit-sedikit minta bantuan asing. Akibatnya BBM ikut dinaikkan. Bahan pangan tidak terjangkau bagi rakyat," kata Megawati di depan lebih dari 100 ribu pendukungnya dalam acara Gerak Jalan Gebyar Pancasila di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Selatan, Minggu (1/6/2008).
Menurut Mega, bangsa Indonesia bisa menghindarkan diri dari menaikkan harga BBM dan mahalnya harga pangan asalkan pemerintah punya keinginan untuk berpihak pada rakyat kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mega kembali menegaskan reformasi tidak gagal karena telah membuat rakyat bisa memilih langsung lewat pemilu. Ia lantas menantang kaum muda untuk bisa menjadi pemimpin bangsa. Meski demikian Mega meragukan kaum muda mempunyai kemampuan untuk menjadi pemimpin bangsa yang sukses. "Tapi apa bisa memimpin di luar kelompoknya, memimpin bangsa Indonesia yang begitu besar?" katanya.
Dalam acara gerak jalan itu disediakan doorprize dengan hadiah utama tiga mobil Kijang. Mega menggoda para pendukungnya tentang hadiah tersebut. "Semoga saya juga dapat mobilnya," kata Mega. Para pendukungnya pun lantas berteriak huuuuu....."Jadi presiden saja!" teriak pendukungnya. Mega lantas menjawab menjadi presiden tidak mudah. "Tapi kalau rakyat minta ya ayo," pungkas Mega. (iy/mar)











































