"Terbang di angkasa pesawat Discovery. Gambattei kudasai -- semoga sukses laboratorium terbaru Stasiun Angkasa Internasional," kata pembawa acara NASA, Allard Beutel, pada 1 astronot Jepang dan 6 astronot Amerika, saat diluncurkan, Sabtu (31/5/2008) waktu setempat.
Tak berapa lama, Discovery kemudian telah mencapai orbit. Peluncuran itu berjalan sukses, meski saat peluncuran, rekaman CNN melihatkan sebuah material terlontar. NASA belum bisa mengidentifikasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NASA melaporkan ada masalah dengan kegagalan sistem pendukung elektrik untuk sebuah fungsi tertentu, namun kegagalan itu tak mengganggu operasi sistem utama pesawat.
Tujuan misi 14 hari ini adalah mengantarkan dan memasang modul Kibo yang berarti 'harapan' dalam bahasa Jepang. Kibo adalah instalasi laboratorium berukuran 11,2 meter dan berat 14,8 ton. Kibo nanti akan menjadi kamar terpisah di Stasiun Ruang Angkasa, yang memberikan ruang bagi 4 astronot untuk bekerja.
Unit kunci Kibo lain adalah tangan robot ukuran 10 meter, yang berguna untuk merekayasa material dan pemasangan peralatan percobaan sains. Pemasangan modul ini dipandu oleh astronot Jepang Akihiko Hoshide. (aba/aba)











































