Namun Bahrain buru-buru mengelak pengangkatan Nunu sebagai cara mendekati Amerika. Ini bukanlah cara kehumasan.
"Ini bukan sebuah cara kehumasan," ungkap seorang pejabat Bahrain kepada AFP, menyusul penunjukan itu, Sabtu (31/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah ini bukan propaganda. Langkah ini menggambarkan iklim toleransi terhadap minoritas di Bahrain," imbuh pejabat yang menolak disebut namanya itu.
Nunu merupakan wanita Bahrain ketiga yang menjadi duta besar. Sebelumnya, negara berpenduduk mayoritas Syiah namun diperintah Dinasti Sunni ini telah mengangkat Sheikha Haya al-Khalifa sebagai Dubes untuk Prancis dan Bibi Alawi sebagai utusan khusus untu China. (aba/aba)











































