Sultan Palembang Minta Kenaikan BBM Dibatalkan

Sultan Palembang Minta Kenaikan BBM Dibatalkan

- detikNews
Sabtu, 31 Mei 2008 19:02 WIB
Palembang - Setelah melihat reaksi dan kondisi dari masyarakat Indonesia sepekan kenaikan harga BBM,  Sultan Palembang Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin meminta pemerintah Indonesia membatalkan kenaikan harga BBM.
 
"Saya sangat cemas dengan kondisi masyarakat Indonesia. Saya takut kondisi ini memicu suasana yang tidak kondusif, sehingga ada beberapa pihak memanfaatkannya untuk kepentingan politik, sehingga merugikan rakyat Indonesia," kata Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, ditemui detikcom di kediamannya, Jalan Torpedo, Sekip, Palembang, Sabtu (31/05/2008) sore.
 
"Jadi, sangat mengharapkan pemerintah untuk membatalkan kenaikan BBM. Kalau ini dilakukan tidak mencoreng pemerintahan, justru ini menunjukan pemerintahan lebih mempertimbangkan kepentingan rakyat," katanya.
 
Sultan juga meminta masyarakat untuk tidak bertindak anarkis dalam mengekspresikan kekecewaan atau protes atas kenaikan harga BBM yang memang menyulitkan perekonomian tersebut.
 
"Kita bangsa yang cinta damai, jadi tolong jangan melakukan tindak anarkis. Tapi, juga pemerintahan jangan memancing rakyat untuk marah," katanya.
 
Solusi yang ditawarkan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin agar Indonesia terhindar dari krisis BBM, pemerintah dapat meninjau kembali contractor production sharing (KPS) dengan perusahaan asing yang saat ini menguasai sekitar 85,4 persen dari 137 konsesi. Sebab sistem bagi hasil dan cost recovery yang berlaku saat ini hanya menguntungkan mereka. "Jadi pemerintah harus melakukan negoisasi ulang dengan mereka," kata Sultan Iskandar. (tw/aba)


Berita Terkait