Proses Bahan Bakar Air Joko Suprapto Cs Serba Rahasia

Misteri Blue Energy

Proses Bahan Bakar Air Joko Suprapto Cs Serba Rahasia

- detikNews
Sabtu, 31 Mei 2008 18:03 WIB
Jakarta - Blue energy yang digagas oleh Joko Surapto cs sudah ditindaklanjuti oleh tim khusus di lingkaran Presiden SBY. Peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tidak mengetahui proses pembuatan bahan bakar air itu. Sebab, prosesnya serba rahasia.

"Sesungguhnya kami tidak tahu persis proses yang digunakan dalam blue energy karena semuanya serba rahasia. Orang luar tidak ada yang tahu," kata Kepala Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi BPPT, Unggul Priyanto, dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Sabtu (31/5/2008).

Menurut Unggul, bahan bakar minyak bumi, gas alam, batubara, dan biomasa sebenarnya hanya terdiri dari hidrogen (H) dan karbon (C), yang disingkat hidrokarbon. Yang membedakan mereka satu dengan lainnya hanyalah rasio H/C dan struktur ikatan kimia yang berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu, untuk membuat bahan bakar minyak sintetis, bahan bakunya harus mengandung hidrogen dan karbon," kata Unggul. Padahal, air hanya terdiri dari unsur hidrogen (H) dan Oksigen (O).

Pembuatan minyak sintetis dengan bahan baku air bisa berarti mengubah air menjadi hidrogen dan oksigen dengan menggunakan energi listrik, kemudian menggunakan hidrogen tersebut sebagai salah satu sumber bahan baku membuat minyak sintetis.

Meski tidak tahu proses pembuatan bahan bakar dari air yang diusulkan kelompok Joko Suprapto cs, namun Unggul menduga proses yang dilakukan menggunakan teknologi elektrolisa. Tapi, menurut Unggul, pembuatan bahan bakar minyak sintetis menggunakan bahan baku air sebagai sumber hidrogen dengan teknologi elektrolisa ini tidak efektif (US$ 40/GJ).

Biaya pembuatannya sangat mahal, lebih mahal dibanding penggunaan bahan baku dengan teknologi lain. Bahkan pembuatan bahan bakar minyak sintetis ini lebih mahal daripada harga BBM (US$ 25/GJ). "Sehingga, meskipun secara teknologi, pembuatan BBM sintetis dengan salah satu sumber bahan baku air memungkinkan, akan tetapi tidak layak secara ekonomi," jelasnya. (asy/aba)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads