"Sesungguhnya kami tidak tahu persis proses yang digunakan dalam blue energy karena semuanya serba rahasia. Orang luar tidak ada yang tahu," kata Kepala Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi BPPT, Unggul Priyanto, dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Sabtu (31/5/2008).
Menurut Unggul, bahan bakar minyak bumi, gas alam, batubara, dan biomasa sebenarnya hanya terdiri dari hidrogen (H) dan karbon (C), yang disingkat hidrokarbon. Yang membedakan mereka satu dengan lainnya hanyalah rasio H/C dan struktur ikatan kimia yang berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembuatan minyak sintetis dengan bahan baku air bisa berarti mengubah air menjadi hidrogen dan oksigen dengan menggunakan energi listrik, kemudian menggunakan hidrogen tersebut sebagai salah satu sumber bahan baku membuat minyak sintetis.
Meski tidak tahu proses pembuatan bahan bakar dari air yang diusulkan kelompok Joko Suprapto cs, namun Unggul menduga proses yang dilakukan menggunakan teknologi elektrolisa. Tapi, menurut Unggul, pembuatan bahan bakar minyak sintetis menggunakan bahan baku air sebagai sumber hidrogen dengan teknologi elektrolisa ini tidak efektif (US$ 40/GJ).
Biaya pembuatannya sangat mahal, lebih mahal dibanding penggunaan bahan baku dengan teknologi lain. Bahkan pembuatan bahan bakar minyak sintetis ini lebih mahal daripada harga BBM (US$ 25/GJ). "Sehingga, meskipun secara teknologi, pembuatan BBM sintetis dengan salah satu sumber bahan baku air memungkinkan, akan tetapi tidak layak secara ekonomi," jelasnya. (asy/aba)











































