"Anakku bukan demonstran," ujar Masitoh saat ditemui detikcom di depan Mapolres Jaksel, Jl Wijaya, Jakarta, Sabtu (31/5/2008).
Masitoh adalah ibu salah satu mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang ditahan karena diduga terlibat dalam aksi unjuk rasa menolak BBM pada 21 Mei. Unjuk rasa tersebut berujung bentrok dan puluhan mahasiswa ditangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masitoh mengaku selama ditahan, dia sudah beberapa kali menjenguk anaknya. Saat pertama dijenguk, Zaki menangis.
"Dia bilang aku nggak salah ma. Belum pernah aku melihat dia menangis seperti itu," tutur Masitoh lirih.
Masih cerita Masitoh, Zaki adalah bungsu dari 10 bersaudara. Dia kuliah di FISIP Unas Jurusan Komunikasi. Saat pertama ditahan, Zaki sempat digabung dengan penjahat kasus narkoba.
"Tapi sekarang tidak. Dia sudah ditahan satu sel sesama mahasiswa. Ya semoga saja masalah ini cepat selesai," tutur Masitoh penuh harap.
Bentrokan polisi dipicu aksi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah. Aksi dilakukan sejak Jumat 20 Mei malam. Bentrokan meletus menjelang pagi hari. Polisi menilai aksi mahasiswa sudah anarkis dan mengganggu ketenteraman umum.
Polisi sempat mengejar mahasiswa ke dalam kampus Unas. Peristiwa itu juga menyebabkan sejumlah mahasiswa dan polisi terluka. (djo/asy)











































