Hingga pukul 15.30 WIB, seratusan mahasiswa masih bertahan di depan Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya, Sabtu (31/5/2008).
Para mahasiswa tersebut mendirikan sebuah tenda kecil berwarna putih. Di depan tenda dipasang bendera Merah Putih. Namun tenda tersebut tampak kosong. Para mahasiswa memilih duduk-duduk dan atau meneriakkan yel-yel di luar tenda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana jika lelah? Namanya juga mahasiswa, mereka punya cara jitu untuk menyiasati kondisi fisik yang menurun. Para mahasiswa telah merekam suara mereka dan memutarnya berulangkali dengan pengeras suara. Jadi selama batereinya masih kuat, yel-yel itu pun terus terdengar.
Di sisi lain, kehadiran para mahasiswa ini mendatangkan rezeki bagi para pedagang makanan kaki lima. Dagangan makanan seperti gorengan, mie bakso hingga minuman botol laris manis.
Aksi menginap di Polres Jaksel itu juga diikuti sejumlah orangtua atau kerabat mahasiswa yang ditahan. Mereka berharap polisi segera membebaskan buah hati mereka dari ruang tahanan.
Buntut bentrokan yang terjadi di Unas, Polisi telah menahan puluhan mahasiswa. Dalam bentrokan tersebut, sejumlah polisi dan puluhan mahasiswa luka-luka. Banyak pihak menilai tindakan polisi yang menyerbu masuk ke dalam kampus Unas sangat berlebihan.
Β (djo/asy)











































