Jangan Sampai Kasus Candi Borobudur Terulang

7 Keajaiban Alam Dunia

Jangan Sampai Kasus Candi Borobudur Terulang

- detikNews
Sabtu, 31 Mei 2008 16:03 WIB
Jakarta - The New7Wonders Foundation menggelar pemilihan 7 keajaiban alam dunia. Tiga tempat wisata Indonesia masuk nominasi. Jangan sampai kasus Candi Borobudur yang tereliminasi pada 2007 terulang!

Pemilihan 7 Keajaiban Alam ini dilakukan secara online di situs http://www.new7wonders.com. Acara ini didukung oleh lembaga lembaga PBB, United Nations Office for Partnerships.

Saat ini, ada 77 tempat wisata dari 6 benua yang masuk nominasi. Pemilihan akan berakhir pada 31 Desember 2008. Panitia akan mengumumkan 21 besar dari 77 nominator pada Januari 2009. Nominator yang masuk 21 besar akan dilakukan pemilihan lagi sampai akhirnya ditentukan 7 keajaiban dunia yang mendapat suara paling banyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lembaga ini pernah melakukan pemilihan 7 Keajaiban Dunia pada 2007. Candi Borobudur yang masuk nominasi tidak masuk 7 besar. Pengumuman 7 Keajaiban Dunia diumumkan di Lisbon pada 7 Juli 2007 (07.07.07) dengan pesta yang sangat meriah. Jennifer Lopez bersama sejumlah entertainer dunia tampil dalam acara ini.

7 tempat yang diumumkan sebagai 7 Keajaiban Dunia yang baru itu adalah The Great Wall of China, Petra, Chichen Itza , the Statue of Christ Redeemer, the Colosseum, Machu Picchu and Taj Mahal. Borobudur tidak masuk tujuh besar, karena minim suara.

Tiga tempat wisata yang kini masuk sebagai nominator pemilihan 7 Keajaiban Alam Dunia ini adalah Gunung Krakatau di Provinsi Banten, Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara, dan Taman Nasional Komodo di Flores, Nusa Tenggara Timur. Hingga Sabtu (31/5/2008), tiga tempat wisata Indonesia masuk nomor buncit.

Taman Nasional Komodo mendapat urutan nomor 36, Gunung Krakatau urutan 70, dan Danau Toba urutan 71. Posisi ketiga tempat wisata Indonesia ini masih jauh di bawah tempat-tempat wisata di Asia.

Dengan kondisi ini, seorang pembaca detikcom, Adhari Suryaputra, mengaku miris. "Sungguh miris, karena tahun lalu pada saat lembaga ini menyelenggarakan pemilihan yang sama, Borobudur gagal masuk karena minimnya dukungan," tulis Adhari dalam emailnya kepada detikcom. (asy/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads