Aksi mogok makan untuk memprotes kenaikan harga BBM ini digelar di Kampus Universitas Riau (UNRI). Di dalam tenda darurat di Kampus UNRI Panam itu, ada empat mahasiswa yang melakukan aksi mogok makan.
Mereka yang mogok makan itu, 3 di antaranya mahasiswa dan satu orang mahasiswi. Mereka adalah, Harlen Gersang, Mukhrianur (Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Informasi), Vina (mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim), dan Nana (mahasiswa Stephen Komputer).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, kondisi tiga mahasiswi lainnya juga tidak jauh beda. Mereka terlihat terkulai lemas di dalam tenda dengan mulut ditutup lakban. Wajah mereka terlihat pucat. Rencananya aksi ini akan berlangsung selama sepekan.
"Tiga rekan kami lainnya kondisinya juga sudah melemah. Tubuh mereka lemas. Bila kondisi mereka kian memburuk, kami juga akan segara membawanya ke rumah sakit," kata Bily.
Selama aksi mogok makan ini, kata Bily, rekan-rekan mereka hanya mengkomsumsi air yag dicampur dengan madu. Tapi rupannya, pada hari ketiga, ketahanan fisik mereka terus menurun.
"Aksi mogok makan ini sebagai bentuk protes kami terhadap pemerintahan SBY-JK yang menaikkan harga BBM. Kami menuntut agar SBY membatalkan kenaikan harga BBM itu," kata Bily. (cha/asy)











































