"Saya menghargai keputusan KPU, tapi boleh dong saya bertanya kenapa kami tidak lolos. Saya tantang KPU, beri izin kami untuk memeriksa berkas 35 parpol itu, pasti tidak semua bersih," kata Ketua Umum DPP PTKI Munir Achmad kepada wartawan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Sabtu (31/5/2008).
Munir mengaku, pihaknya akan mengikuti aturan main yang berlaku di KPU. Namun, dirinya melihat keganjilan dalam proses tahapan verifikasi administratif pendaftaran partai politik ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini aneh, sampai pagi ini masih ada parpol yang membawa dokumen tambahan, seandainya 35 parpol ini lolos, kami ragukan itu," tegas dia lagi.
Keanehan lainnya, lanjut Munir, pihak pimpinan KPU telah bersikap diskriminatif terhadap parpol baru. Pimpinan KPU hanya mau menemui Ketua Umum parpol besar dan figur yang populer, seperti Wiranto, Ali Masykur Musa, Muhaimin Iskandar dan lain-lain.
"Kami mau ketemu Ketua KPU sulit sekali, beda dengan Wiranto dan lain-lainnya. Kenapa dibeda-bedakan, kami sulit, kenapa pilih-pilih karena jabatan dan derajat ketua umum parpol sama," ucapnya dengan nada keheranan.
Ditanya apakah akan melakukan gugatan hukum dengan tidak diloloskan partainya itu, Munir menjawab akan mempertimbangkan hal tersebut. "Kemungkinan ke arah sana ada. Kami juga siap bila dugaan ketidakberesan tersebut tidak bener. Tapi kami minta dokumen parpol yang lolos diteliti ulang," jelas dia. (zal/asy)











































