Protes Muncul, KPU Ditantang Teliti Ulang Berkas 35 Parpol

Protes Muncul, KPU Ditantang Teliti Ulang Berkas 35 Parpol

- detikNews
Sabtu, 31 Mei 2008 14:47 WIB
Jakarta - Partai Tenaga Kerja Indonesia (PTKI) yang tidak lolos verifikasi administratif memprotes Komisi Pemilihan Umum (KPU). Partai ini menantang bahwa 35 parpol yang lolos sebenarnya tidak beres saat menyerahkan berkas ke KPU.

"Saya menghargai keputusan KPU, tapi boleh dong saya bertanya kenapa kami tidak lolos. Saya tantang KPU, beri izin kami untuk memeriksa berkas 35 parpol itu, pasti tidak semua bersih," kata Ketua Umum DPP PTKI Munir Achmad kepada wartawan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Sabtu (31/5/2008).

Munir mengaku, pihaknya akan mengikuti aturan main yang berlaku di KPU. Namun, dirinya melihat keganjilan dalam proses tahapan verifikasi administratif pendaftaran partai politik ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PTKI, menurut Munir, telah menyerahkan berkas dan persyaratan pendaftaran ke KPU, serta menyerahkan perbaikan berkas pada tanggal 23 April lalu. Ternyata sejak kemarin masih ada parpol yang menyerahkan berkas, bahkan kelengkapan dokumen diperbanyak di kantor KPU sendiri.

"Ini aneh, sampai pagi ini masih ada parpol yang membawa dokumen tambahan, seandainya 35 parpol ini lolos, kami ragukan itu," tegas dia lagi.

Keanehan lainnya, lanjut Munir, pihak pimpinan KPU telah bersikap diskriminatif terhadap parpol baru. Pimpinan KPU hanya mau menemui Ketua Umum parpol besar dan figur yang populer, seperti Wiranto, Ali Masykur Musa, Muhaimin Iskandar dan lain-lain.

"Kami mau ketemu Ketua KPU sulit sekali, beda dengan Wiranto dan lain-lainnya. Kenapa dibeda-bedakan, kami sulit, kenapa pilih-pilih karena jabatan dan derajat ketua umum parpol sama," ucapnya dengan nada keheranan.

Ditanya apakah akan melakukan gugatan hukum dengan tidak diloloskan partainya itu, Munir menjawab akan mempertimbangkan hal tersebut. "Kemungkinan ke arah sana ada. Kami juga siap bila dugaan ketidakberesan tersebut tidak bener. Tapi kami minta dokumen parpol yang lolos diteliti ulang," jelas dia. (zal/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads