KPK Periksa 20 Staf Bea Cukai Priok, 2 Terindikasi Korupsi

KPK Periksa 20 Staf Bea Cukai Priok, 2 Terindikasi Korupsi

- detikNews
Sabtu, 31 Mei 2008 11:51 WIB
Jakarta - Selain menggeledah Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tanjung Priok, KPK juga memeriksa sekitar 20 pegawai Bea dan Cukai. 2 Orang di antaranya terindikasi melakukan korupsi.

"Pemeriksaan itu tadi sampai jam 03.00 pagi. Ada lebih 20 orang yang diperiksa. Tapi tidak semuanya terindikasi korupsi. Kita menindaklanjuti yang terindikasi korupsi saja," ujar Wakil Ketua KPK M Jasin ketika dihubungi detikcom, Sabtu (31/5/2008).

Tiap lantai di KPU Tanjung Priok, imbuh Jasin, memiliki koordinator masing-masing. Koordinator itu adalah orang yang mengumpulkan uang suap dan kemudian membagi-bagikannya.
Ada 2 koordinator di lantai dasar dan jalur 4 yang terindikasi kosrupsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pegawai Bea dan Cukai (yang akan ditindaklanjuti) koordinator jalur merah (pemeriksaan barang berbahaya) dengan inisial M. Dia ketahuan menyembunyikan uang di kaos kaki. Langsung kita buatkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," kata dia.

Satu pegawai lagi yang terindikasi korupsi, imbuhnya, adalah koordinator jalur hijau (pemeriksaan barang tidak berbahaya) berinisial AGP. "Mereka akan kita proses hukum pro yustisia. Untuk pelanggaran lain itu yang mengurus Kepatuhan Internal Bea dan Cukai. Nanti bisa diberi sanksi atau dipecat," ujar dia.

Menurut Jasin, penggeledahan ini juga bekerja sama dan atas permintaan Dirjen Bea dan Cukai Depkeu Anwar Suprijadi. Jasin menyayangkan, reformasi birokrasi yang dilakukan Anwar dengan mengganti semua pegawai KPU Tanjung Priok yang berjumlah 1.300 orang April 2007 lalu, masih belum sanggup menghapus praktek kotor itu.

"Reformasi birokrasinya sih baik, tapi yang muda-muda itu mentalnya tidak ikut baik," tandas Jasin.

Rencananya, KPK akan melanjutkan pemeriksaan terhadap beberapa pegawai Bea dan Cukai Tanjung Priok hari ini dan Senin 2 Juni 2008.

Anwar mengganti seluruh pegawai KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok dimulai pada Mei 2007 lalu. Seleksi pegawai diadakan secara ketat. 1.300 Pegawai lama dimutasi dan diseleksi untuk memilih karyawan terbaik dari seluruh Indonesia. KPU Bea dan Cukai baru yang beroperasi 1 Juli 2007 itu juga memakai sistem elektronik untuk menghindari temu muka antara petugas lapangan dan pengurus dokumen. (nwk/asy)


Berita Terkait