Transaksi Suap di Kamar Mandi hingga Titip Cleaning Service

KPK Geledah Bea Cukai Priok

Transaksi Suap di Kamar Mandi hingga Titip Cleaning Service

- detikNews
Sabtu, 31 Mei 2008 10:54 WIB
Jakarta - Kamar mandi tampaknya menjadi tempat favorit untuk bertransaksi suap-menyuap. Di kamar mandi, anggota DPR Al Amin Nur Nasution menerima suap. Kini KPK mencium modus serupa untuk dugaan suap di Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea dan Cukai Tanjung Priok.

KPK mencium modus dan cara transaksi suap bagi pegawai Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok, semakin canggih. Transaksi itu juga tidak diberikan langsung pada pejabat yang berwenang, namun melalui pihak ketiga.

"Ada yang transaksinya di kamar mandi. Ada yang melalui cleaning service," ujar Wakil Ketua KPK M Jasin ketika dihubungi detikcom, Sabtu (31/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Modus tersebut tercium setelah KPK melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap beberapa pegawai Bea dan Cukai. Uang pelicin tersebut, imbuhnya, diserahkan tunai melalui amplop, atau berupa cek dan transfer. "Ada amplop ditemukan berisi uang ada yang amplopnya kosong, tapi ada tulisannya dari perusahaan ini untuk pejabat ini," jelas Jasin.

Selain itu, masing-masing lantai di kantor itu, lanjut Jasin, memiliki koordinator semacam pintu masuk menyerahkan uang suap. Seperti lantai dasar untuk jalur hijau (pemeriksaan barang tidak berbahaya) memiliki koordinator sendiri yang berbeda dengan koordinator lantai 4 untuk jalur merah (pemeriksaan barang berbahaya). "Nanti koordinatornya ini yang membagi-bagikan," tutur dia. (nwk/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads