Sakit Presiden dan Pemberitaan

Sakit Presiden dan Pemberitaan

- detikNews
Sabtu, 31 Mei 2008 10:47 WIB
Jakarta - Sejak pertengahan pekan ini, salah satu berita yang cukup konstan muncul adalah Presiden SBY sakit batuk. Baru kini masalah kesehatan Kepala Negara diberitakan lebih leluasa.

Sebelum ini pemberitaan menurunnya kondisi fisik Presiden RI - dan negara lainnya yang sedang aktif menjabat, masuk kategori 'haram'. Sebab dinilai berpotensi menjadi spekulasi pihak internasional serta dapat mengancam stabilitas politik dan ekonomi nasional.

Pokoknya presiden harus selalu dalam kondisi prima, karena itu tidak ada alasan bagi semua pihak meragukan kemampuannya menjalankan tugas baik serta tanggung jawab sebagai Kepala Pemerintahan. Karena itu di era pemerintahan Soeharto sampai Megawati - kecuali Gus Dur, tidak pernah presiden diberitakan terserang flu atau keseleo sekali pun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di era Presiden SBY, perlakuan seperti itu tetap diberlakukan, meski agak longgar. Beberapa kali Presiden SBY diberitakan lelah dan terkena flu. Demikian juga dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Namun, pemberitaan kesehatan SBY tidak berapa lama setelah KPU menyatakannya memenangi Pilpres 2004 Oktober 2004 lalu sebagai kasus yang tak dilupakan para wartawan. Saat itu, fisik SBY diberitakan mengalami kelelahan dan tangannya kesemutan gara-gara menyalami ribuan tamu yang datang nyaris sepanjang hari.

Ketika berita SBY harus istirahat karean kelelahan dan tangannya kesemutan muncul di media massa, Paspampres menegur tim dokter yang menjadi sumber berita. Tentu saja wartawan yang menulis beritanya jadi sasaran utama.

"Kesemutan itu gejala awal stroke. Nanti internasional pikir beliau lagi stroke. Media sampeyan kan dibaca juga oleh orang luar negeri, mereka bisa mikir macem-macem," tegur Paspampres.

Kini kejadian pada awal Oktober 2004 itu tak terulang dalam kasus SBY sakit batuk. Tidak ada satu pun wartawan dan anggota tim dokter kepresidenan yang ditegur oleh Paspampres karena berita tersebut   

Bagaimana mau negur, karena Pak Presiden sendiri yang ngaku nggak enak badan gara-gara kurang tidur. (lh/asy)


Berita Terkait