Pantauan detikcom, di silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (30/5/2008) pukul 16.00 WIB, sekitar 100 orang menghadiri acara ini.
Di bawah Mentari senja Jakarta, seniman Rieke Dyah Pitaloka yang mengenakan kaus hitam terlihat memandu acara di panggung kecil, sementara panggung sebenarnya masih dibangun. Dia memanggil koordinator ibu-ibu simpatisan PDIP dari berbagai wilayah di Jakarta.
"Koordinator dari Jakarta Utara!" panggil Rieke.
Seorang koordinator yang dipanggil pun maju dan langsung mengkomando pasukannya meneriakkan yel-yel. "Mega, Mega, Mega!". "Presiden!" sahut pasukannya.
Selain itu para ibu-ibu itu juga menyanyikan lagu. "Di sini susah, di sana susah, di mana-mana hatiku susah," senandung mereka.
Taufieq Kiemas pun meninjau persiapan terakhir ini sebelum hari-H, Minggu 1 Juni 2008. Sementara itu ketua panitia pelaksana Gebyar Pancasila Adang mengklaim acara ini akan dihadiri ribuan orang.
"Ini akan dikuti oleh ribuan orang massa dari PDIP. Ini adalah untuk memperingati hari lahirnya Pancasila, di mana orang sudah banyak yang lupa," ujar Adang. (nwk/nrl)











































