Anak-anak Sekte Poligami Harus Dikembalikan ke Orangtua

Anak-anak Sekte Poligami Harus Dikembalikan ke Orangtua

- detikNews
Jumat, 30 Mei 2008 16:20 WIB
Texas - Pengadilan berpihak pada sekte poligami di Texas, AS. Mahkamah Agung (MA) negara bagian Texas memutuskan, 468 anak yang diambil aparat dari sekte itu harus dikembalikan ke orangtua mereka.

MA Texas memutuskan, otoritas kesejahteraan anak negara bagian Texas telah melampaui wewenang mereka. Putusan ini menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Texas pekan lalu.

Ketika itu diputuskan, otoritas Texas tidak bisa membuktikan kalau anak-anak tersebut berada dalam bahaya. Karena itu langkah otoritas mengamankan ratusan anak dari komunitas Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter Day Saints (FLDS) itu dinyatakan tidak sah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal otoritas Texas berkeyakinan kalau anak-anak tersebut terancam mengalami kekerasan seksual secara sistematis.

Menurut otoritas Texas, anak-anak perempuan di sekte poligami itu akan dipaksa berhubungan seks dengan suami-suami mereka, yang usianya jauh lebih tua, begitu mereka mencapai pubertas. Para anggota sekte yakin kalau poligami merupakan cara untuk masuk surga.

Departemen Perlindungan Keluarga Texas yang membawahi Dinas Perlindungan Anak berjanji akan segera mengambil langkah-langkah untuk mematuhi putusan pengadilan tersebut. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (30/5/2008).

"Tujuan kami adalah menyatukan kembali keluarga-keluarga dan memastikan anak-anak itu aman. Kami akan menyiapkan reunifikasi anak-anak itu dengan keluarga mereka dengan cepat dan tertib," demikian statemen lembaga tersebut.

Salah seorang ibu anggota sekte, Martha Emack menangis haru mendengar putusan tersebut. "Saya bahagia karena secepat mungkin semua anak akan kembali ke ibu mereka," kata Emack kepada wartawan. Wanita itu memiliki dua bayi yang masing-masing berusia 1 tahun dan 2 tahun. (ita/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini