MA Texas memutuskan, otoritas kesejahteraan anak negara bagian Texas telah melampaui wewenang mereka. Putusan ini menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Texas pekan lalu.
Ketika itu diputuskan, otoritas Texas tidak bisa membuktikan kalau anak-anak tersebut berada dalam bahaya. Karena itu langkah otoritas mengamankan ratusan anak dari komunitas Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter Day Saints (FLDS) itu dinyatakan tidak sah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut otoritas Texas, anak-anak perempuan di sekte poligami itu akan dipaksa berhubungan seks dengan suami-suami mereka, yang usianya jauh lebih tua, begitu mereka mencapai pubertas. Para anggota sekte yakin kalau poligami merupakan cara untuk masuk surga.
Departemen Perlindungan Keluarga Texas yang membawahi Dinas Perlindungan Anak berjanji akan segera mengambil langkah-langkah untuk mematuhi putusan pengadilan tersebut. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (30/5/2008).
"Tujuan kami adalah menyatukan kembali keluarga-keluarga dan memastikan anak-anak itu aman. Kami akan menyiapkan reunifikasi anak-anak itu dengan keluarga mereka dengan cepat dan tertib," demikian statemen lembaga tersebut.
Salah seorang ibu anggota sekte, Martha Emack menangis haru mendengar putusan tersebut. "Saya bahagia karena secepat mungkin semua anak akan kembali ke ibu mereka," kata Emack kepada wartawan. Wanita itu memiliki dua bayi yang masing-masing berusia 1 tahun dan 2 tahun. (ita/nrl)










































