Hal itu dinyatakan Marketing Manager SAU, Maulana. "Hingga saat ini kami belum menerima bayaran sepeserpun," ujarnya saat ditemui di SAU, Jl Padasuka, Jumat (30/5/2008).
Dia mengatakan dalam kontrak kerja sudah ada kesepakatan bahwa pembayaran harus dibayar sebelum pentas yaitu hari Rabu. Ketika ditagih pihak Yayasan Galuh Pakuan menyatakan ada masalah. Mereka menjanjikan akan membayar seusai pentas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maulana mengaku, Yayasan Galuh Pakuan baru pertama kali menyewa SAU. Ssebelumnya, Senin (26/5/2008) seorang lelaki dan perempuan mendatangi SAU dan mendadak meminta SAU mengisi acara Public Multy Project. Hari itu juga SAU langsung teken kontrak.
Menurut Maulana pihak panitia pun meminta kelonggaran pembayaran dengan dalih acara tersebut adalah acara amal, kami pun memberinya.
"Sampai saat ini pembayaran pun belum dibayar," ujarnya dengan raut muka cemas menyadari bahwa acara Public Multy Project ternyata jadi pembicaraan di media massa. (ern/asy)











































