"Salah satu sebab distribusi yang tidak bagus mulai dari penerbit, grosir, toko buku dan konsumen. Kadang-kadang kita menghilangkan fungsi toko buku karena ingin cepat bersaing. Penerbit langsung ke sekolah," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutan peluncuran Pusat Buku Indonesia di Hypermall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (30/5/2008).
Menurut Kalla, sebenarnya yang paling untung pada awal tahun belajar 50 persen hingga 70 persen buku pelajaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inti pokoknya hilang. Apabila ingin semangat membaca dan penerbitan lebih besar, maka distribusi harus kembali normal," imbuh Kalla.
Kalla menjelaskan, untuk itu diperlukan pusat buku grosir yang dapat menciptakan pusat buku kecil. (mly/nrl)











































