Sekitar 25 orang tua dan 10 mahasiwa menginap di depan Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan, sejak Kamis malam 29 Mei 2008.
Orang tua maupun mahasiswa tidur di dalam tenda warna putih bertuliskan "Bebaskan Anak-anak kami" yang dibangun di depan pintu masuk Mapolres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tetap bertahan sampai kawan-kawan dibebaskan," kata Davi, mahasiswa Unas yang turut menginap, Jumat (30/5/2008).
Menjelang pagi hari, para orang tua ada yang bergegas kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan diri. Ada juga yang masih tidur-tiduran dan mengisi waktu sambil membaca buku, majalah dan mengobrol.
"Saya mau pulang dulu, mandi. Nanti saya ke sini lagi," kata Verawati, kakak mahasiswa Muhammad Anwar, yang telah ditahan sejak Sabtu 24 Mei.
Sementara itu, pengamanan di Mapolres diperketat. I Unit watercannon masih siaga dan 112 personel masih ada di dalam Mapolres. 20 Polisi masih berjaga-jaga di depan Mapolres.
Warga yang datang diperiksa tasnya dan ditanya identitasnya. Pintu pagar tertutup bagi kendaraan roda dua maupun mobil, hanya dapat dilalui pejalan kaki.
Rencananya, mahasiswa Unas akan demo lagi selepas salat Jumat sekitar pukul 13.00 WIB. (aan/nrl)











































